1 Muharram 1443 H Pemicu Berkobarnya Semangat

By MTsN 1 Pacitan 11 Agu 2021, 10:40:48 WIB Pendidikan

1  Muharram 1443 Hijriyah merupakan tahun baru bagi umat Islam, yang bertepatan pada tanggal 10 Agustus 2021. Umat Islam pada tahun-tahun sebelumnya biasanya gegap gempita menyambut bulan Muharram tersebut. Aneka kreasi ditampilkan oleh umat Islam.  Kita patut bersyukur pada setiap tahun baru Hijriyah selalu diperingati oleh bangsa Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim. Peringatan yang cukup semarak mulai dari tingkat Nasional, tingkat provinsi, di tingkat Kabupaten/kota, tingkat kecamatan sampai di tingkat kelurahan/desa. Begitu juga penghargaan pemerintah yang menjadikan pergantian tahun baru Hijriyah ini sebagai Hari Besar Keagamaan.

              Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini ada perbedaan hari Libur Nasionalnya yaitu bergeser 1 hari setelah tanggal 1 Muharram, yaitu tepatnya tanggal 2 Muharram 1443 atau 11 Agustus 2021. Hal ini didasarkan  pada Hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Peninjauan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 pada tanggal 18 Juni 2021 lalu.  Adapun keputusan tersebut diambil pemerintah guna menghindari adanya libur panjang. Sebagaimana  diketahui, momen libur panjang kerap berpengaruh pada naiknya kasus COVID-19 di Indonesia.

              Apapun keputusan pemerintah wajib kita ikuti, yang paling penting esensi dalam memperingati tahun baru hijriyah ini tetap kita prioritaskan dengan mengedepankan kemaslahatan umat. Kita menghindari hura-hura karena dunia memang sedang berduka dengan adanya wabah ini yang belum lenyap di muka bumi. Kita tetap merayakan sebagai hari awal tahun baru Islam dengan cara yang sederhana namun khidmat. Kita justru harus menyadari bahwa dengan datangnya tahun baru Islam ini, berarti bertambah pula umur kita.  Para ahli hikmah mengungkapkan bahwa dengan bertambahnya umur pada hakekatnya berkuranglah kesempatan menikmati kehidupan di dunia ini. Seperti dalam firman Allah SWT QS Ali Imron ayat 185 yang artinya sbb:

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnkan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.

 

Jadi justru dengan adanya musibah ini menjadikan diri kita lebih arif dan sadar bahwa kesenangan secara berlebih-lebihan merupakan kesenangan yang memperdayakan. Namun bukan berarti kita diam dalam menyambut tahun baru hijriah. Kita boleh bergembira dengan bersyukur atas nikmat umur dengan meningkatkan amal kebajikan, bukan bergembira dengan berbagai pesta pora. Kita mensyukuri nikmat umur dengan peningkatan ibadah kepada-Nya serta berbuat baik kepada sesama.

              Ada tuntunan doa berkaitan dengan pergantian dan menyambut tahun baru hijriyah. Sebuah doa tulus memohon ampunan Tuhannya atas segala kekhilafan dan dosa yang dilakukan sepanjang tahun itu serta memohon kiranya diterima segala amal ibadah dan kebajikan yang telah dikerjakan sepanjang tahun. Doa ini saat akan memasuki tahun baru hijriyah menjelang terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Dzulhijjah. Kemudin ketika sudah masuk tahun baru yakni selepas maghrib, kita dianjurkan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT, agar terhindar dari segala macam godaan yang dilakukan syetan terkutuk, serta memohon kiranya ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi manusia yang senantiasa disibukkan dengan amal ibadah untuk mendekatkan diri serta memohon ridha-Nya. (Nurul Musrifah, M. Pd)

 

Editor: Nur Arif Darmawan, S. Pd. Si




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment